@2013 Teguh Jati Prasetyo. Diberdayakan oleh Blogger.

F dan J

Ada yang unik dari kedua jenis huruf ini. bukan, bukan karena huruf itu ada dalam jajaran namaku. bukan juga huruf itu adalah huruf disalah satu nama keluargaku. bukan bukan juga karena huruf itu adalah nama gebetanku.. Aku ndak punya gebetan, tapi aku punya calon istri, insyaAllah (iyalah tiap orang juga pasati punya calon keles, tapi siapakah dia, Hanya Allah yang tahu saat ini. tsaaahhh).
Lantas apa yang aneh dengan huruf itu? ah, itu hanya huruf biasa yang menjadi bagian dari alfabet.

Mungkin sebagian orangmengangap dua huruf itu biasa aja, tapi buat orang yang terbiasa dengan laptop, akan menjadi hal yang berbeda kalau dia "ngeh". huehehe.. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi dengan huruf-huruf tersebut?
Ya, huruf tersebut memiliki benjolan, kalau ndak percaya, coba deh liat dan cek di laptop kamu. :)
Makanya aku ngrasa aneh pas tahu ternyata huruf ini unik. mungkin huruf itu melambangkan kehidupan kali yah, ada benjolan yang ga disadari. Dalam hidup kadang kita berbuat salah yang tanpa kita sadari. dan baru nyadar setelah orang lain bilang. haha.. baru nyadar kalau ternyata punya utang dan belum dibayar.. aaah, rasanya itu gimana gitu. hehe,, tapi aku insyaAllah ndak akan lalai terhadap hutang.. nah kalau ada yang ngerasa aku ur=tangin dan blm bayar, bilang yah. hehe..

Hidup itu ndak semudah membalikkan telapak tangan gengs, tapi kita harus berusaha sebisa dan semaksimal mungkin yang bisa kita lakukan. Ndak selamanya kita bisa melakukannya sendirian. pasti kita butuh bantuan orang lain daam menjaani kehidupan ini. So banyaklah berbuat baik sama orang agar kita juga dibantu kalau lagi ada masalah...

Semoga kita bisa jadi manusia yang bermanfaat buat orang orang disekitar kita.. aamiinn..

MUG

Rasanya sudah lama aku ndak menikmati kopi asli buatan nenek ku. Dulu semasa kecil sering aku bantu nenek buat bikin kopi, memulai proses itu dari awal mulai dari manen, ngeringin, numbuk, goreng sampai ngehalusin kopi jadi bubuk. Prosesnya lamaa banget sampai satu biji kopi bisa menjadi serbuk, dan kalau udah jadi kopi itu rasanya meeen, mantep. Dulu semasa kecil aku suka sekali minum kopi ditambah dengan cemilan Aron (Nasi Jagung setengah mateng). sayang, karena kebijakan pemerintah mungkin sekarang Aron sudah ga ada lagi, bahkan mungkin udah mau punah, sama nasibnya kayak burung prenjak yang dulu sering nemplok dipohon belimbing depan rumahku. Tap sekarang suara prenjak itu udah ga ada lagi. Kadang aku sedih. Serakus itukah manusia?? sampai saking rakusnya, bahkan jalan didepan rumahku udah ga ada rumputnya lagi sekarang. Ah sudahlah, jangan  hanya bisa menyalahkan. Gampang sih memang kadang untuk bicara tapi susah untuk melakukan sebuah tindakan.

Kopi itu punya citarasa tersendiri, apalagi kalau minumnya sama nenek aku, sembari minum kopi banyak kisah yang beliau ceritakan, Aku jadi kangen masa kecil, masa dimana aku bebas melakukan apapun. hanya satu hal yang aku takutkan, Dimarahin sama Ibu, aku pernah disiram air sama ibu gara gara ga mau mandi. hehe.. bahkan dulu waktu kecil aku banyak memiliki Dot Loh, aku suka banget minum susu, karena sejak usia 3 bulan aku udah ga minum ASI lagi. Tapi aku ga pengen anakku kelak ndak minum ASI, mereka harus cukup ASI nya dan Cukup kasih sayang orang tuanya. :)

Aku hanya pengen jadi kayak MUG, yang rela menemani aku minum kopi sama nenek dan bercerita banyak hal. yaudah gitu aja...

Menuju Genap #1

Ah, entah kenapa pelupuk mata ini belum bisa terpejam, padahal jarum jam terus berdetak, yang artinya bahwa waktu itu terus berjalan. Mungkin ya karena ini sudah jadi habit yang ndak bisa dirubah begitu saja. ah ndak papa, paling ga, aku punya sedikit waktu untuk bercerita, tentang sebuah niat yang ingin aku capai pada suatu waktu dan disuatu tempat yang tepat. InsyaAllah.

Untuk sebagian orang mungkin ini terasa tabu, tapi buat aku, yang sekarang udah menginjak umur 23, mungkin akan jadi konsumsi sehari hari yang memang lagi menjadi trending topik pembicaraan buat para orang seusiaku. Ya memang masa depan itu sudah mulai harus dipikirkan sejak jauuh hari. bahkan jika kita punya suatu niat, maka jangan ragu untuk bermimpi dan membuat target yang tinggi. Jatuh ndak masalah, karena dari jatuh itulah kita akan tahu gimana caranya buat bangkit.

Aku ndak tau kapan persisnya menganal sosok itu, entah kapan dan dimana tepatnya kita pernah dipertemukan di awal kali. tapi yang aku inget, nomer hapemu udah aku simpen sebelum aku benar benar kenal sama kamu. iya kamu. Entah pesona dari mana yang  membuat aku bisa jadi kayak gini, seolah terhipnotis oleh perilaku kamu, yang menurut aku, berbeda dengan kebanyakan orang lainnya. Iya berbeda, kamu punya satu ciri khas khusus buat aku. ah, sudahlah, persepsi orang kan bisa berbeda beda bukan? biarlah aku saat ini tetap mengenalmu dan menjadi sahabatmu. Entah apakah suatu saat nanti kita bisa dipersatukan? Hanya Allah yang tahu. dan aku pun tidak ingin tahu untuk saat ini. karena sebelum masa itu tiba, ada banyak hal yang ingin aku siapkan dan ingin aku persembahkan buat kamu. iya buat kamu. Aku sadar bahwa aku, adalah manusia yang masih jauh dari kata sempurna. Aku masih harus banyak belajar untuk menjadi sempurna, ah rasanya ndak mungkin jadi sempurna juga, tapi paling ga, aku akan berusaha menjadi lebih baik. Iya lebih baik, bukan lebih baik dihadapan kamu bukan, tapi lebih baik dihadapan Allah. Jodoh udah ada yang ngatur bukan? dan pasti ndak akan salah orang kok. Tapi tapi, bukankah kita juga bisa berusaha? ah minimal mungkin aku akan selalu meminta sama Allah dalam setiap doaku...

Mulai detik ini, insyaAllah niat ku udah kuat, tinggal memperkuat usaha dan berkas pendukung lainnya, jadi kalau mau masuk ke persidangan bisa lebih kuat! sama kalau mau ngelamar kamu! tapi sekarang aku belum punya nyali!
Ah sudahlah.. Bismillahh... Semoga aku, kamu,.................

Cahaya Dhuafa

Malam ini aku lagi ada didepan TV, lagi nonton berita, ah, media saat ini terlalu busuk dalam persepsiku, apa yang ditampilkan semuanya mengandung unsur kepentingan, mending kalau kepentingan umat, ini mah malah untuk kepentingan pribadi. Rasanya ndak adil ketika seseorang ada didunia ini hanya berorientasi pada keuntungan pribadi, bukan pada keuntungan alam semesta dan khalayak banyak. Apalagi dijaman yang serba modern saat ini, kemajuan jaman bukan membuat interaksi antar sesama manunsia semakin baik, justru banyak yang terperosok kepada jurang permusuhan dan konflik, mudah terpancing amarahnya.

Ah, apalah gunanya juga kalau kita terus mengeluh, ndak akan merubah apapun, yang ada justru akan menambah beban negara ini, ah, mungkin memang aku belum bisa, iya belum bisa berbuat banyak untuk negara tercinta ini. Semoga nanti, suatu saat nanti akan ada yang bisa aku lakukan buat memberikan sumbangsih kepada negara ini. aamiin. Kadang kalau kita terus memikirkan tentang apa yang kita inginkan, memang ndak akan pernah selesai. abis keinginan ini tercapai, munculah keinginan yang itu, begitu seterusnya. Hakikatnya manusia itu ndak akan puas terhadap suatu pencapaian, kecuali dia yang memang dalam diirinya sudah tertanam ketaatan kepada sang Pencipta dengan baik sehingga dia benar benar bisa mensyukuri setiap nikmat yang telah Allah berikan.

Ramadhan kali ini belum banyak perubahan yang bisa aku lakukan, iya, aku merasa masih stagnan, sedang terseok untuk melejitkan setiap peluang untuk amal kebaikan, ya semoga bisa, insyaAllah. Namun, ada satu pengalaman yang kemudian membuat hatiku tertohok, iya belum pernah sebeumnya aku merasa seharu itu. Rasa ini muncul ketika aku berkunjung ke salah satu yayasan, Cahaya Dhuafa namanya, sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan, visi misinya mulia menurut aku, alasan berdirinya yayasa ini adalah karena "mereka" dak tega melihat orang-orang ndak bisa sekolah gegara ga bisa bayar. Ya, yayasan ini berupa sekolah, namun jangan dibayangkan jika sekkolah disini sama kayak sekolah sekolah yang mungkin temen-temen pernah belajar disana. Sekolah disini apa adanya, bahkan sempat beberapa kali pindah lokasi karena kontraknya abis. Sekolah yang ketika belajar langsung berpapasan dengan alam, iya dengan alam karena memang ruangan yang tersedia masih terbuka, belum ada dinding yang mumpuni.

Aku sungguh merasa terharu ketika disana "masih" ada orang - orang luar biasa yang terketuk hatinya untuk mengabdikan diri menjadi pengajar, aku tahu, materi bukan jadi orientasi utama mereka, tapi rasa berbagi, rasa peduli dengan sesama itu yang menurut aku ndak bisa dibeli dengan materi. Kegigihan dan perjuangan mereka luar biasa. aku malu, malu karena aku belum bisa berbuat seperti mereka, mereka merespon apa yang dibutuhkan masyarakat dengan tindakan, lah aku? bahkan sampe sekarang mungkin aku bisa dikatakan masih masuk dalam kategori orang yang masih mengeluh dengan kondisi bangsa ini, hanya mengeluh tanpa melakukan tindakan. Astagfirullah, Ya Rabb, semoga aku, kita, yang selama ini bisanya hanya mengeluh mengeluh dan engeluh, bisa segera sadar bahwa mengeluh tidak akan menyelesaikan permasalahan, tapi kita harus melakukan suatu tindakan, ya tindakan nyata unntuk merubah segala kondisi keterpurukan yang terjadi saat ini. Ingat kan salah satu firman Allah "Bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai kaum tersebut merubah dirinya sendiri". :)

Ya, semoga kita segera sadar bahwa bangsa ini butuh kita untuk bergerak dan bertindak. Bismillah.
Sambil masih ditemani seruput nikmatnya sari buah buatan yayasan Cahaya Dhuafa. Alhamdulillah. :)

Bogor, 2 Juli 2014

Aku ingin Mencintaimu dalam Diam Part 1 #tsaaahh

Ya, sekali lagi terkadang rasa yang dialami oleh para orang dewasa awal yang masih single adalah rasa galau, galau dalam menentukan masa depan ataupun galau dalam memilih pasangan. huehe. ini adalah hal yang wajar dan aku rasa juga pasti akan dialami oleh manusia normal, kayak aku juga sih. namun yang membedakan adalah, apakah kita akan melampiaskan "rasa" tersebut pada saat itu juga dengan mengungkapkan rasa yang kita miliki kepada orang yang kita tuju dan ga bisa ditentukan kepastiannya bahwa kita bakal bener bener sama dia. atau dengan cara lain yaitu kita pasrahkan semua kepada Allah, menunggu sampai saat yang tepat kemudian kita sampaikan dan langsung disahkan dengan ikatan perkawainan. #tsaaahh.

Tidak sedikit, atau mungkin banyak orang yang lebih memilih jalan yang pertama, entah kenapa, dengan alasan mengikuti tren jaman, biar ga cupu, biar gaul, takut kalau kelamaan ntar diambil orang dan masih banyak lagi alasan alasan yang digunakan untuk menjadi sebuah pembenaran bahwa seolah olah itu memang harus dilakukan. Dengan dalih, biar ada yang nyemangatin, biar ada yang ngingetin ibadah, dll. ya itulah realitas yang terjadi saat ini. Tapi apakah kita sadar bahwa dibalik itu semua, sebenernya menurut pandangan ku pribadi ya, banyak mudhorot (red : kekurangan) jika kita memutuskan untuk mengungkapkan rasa yang harusnya belum/tidak kita ungkapkan.
1. Waktu, disadari ataupun tidak, sebenernya waktu yang seharusnya bisa kita gunakan untuk berbuat atau melakukan suatu hal besar (ceileeeeh) justru kita gunakan untuk mikirin si dia.. #nah lo
2. Duit, disadari ataupun engga, pengeluaran yang kita keluarkan akan lebih banyak buat ngebahagiain si doi, entah sebenernya bahagia atau engga sih, duit yang harusnya bisa jadi modal nikah, buehehehe, eh malah dikeluarin dulu buat hanya sekedar kepuasan sesaat, huhu
3. Tenaga, disadari atau tidak kita juga akan cenderung ngeluarin tenaga yang lebih buat nurutin keinginan doi, ya ga sih? minta jemput inilah minta anter situlah dan lain lain, dan secara ga sadar, mungkin udah kehipnotis kali yaa, naluri seorang lelaki juga akan keluar, dengan penuh perjuangan, dengan harapan akan dianggep jadi pahlawan buat doi, kita suka nurutin apa kemauan doi..
4. Waktu berkumpul sama teman, guys, kadang ketika kita sudah kenal sama yang namanya "pacaran", waktu yang seharusnya bisa kita gunain buat berkumpul sama teman, diskusi untuk bangun relasi, dsb akan sirna atau berkurang intensitasnya karena berharap, waktu yang kita miliki bisa digunain buat berduaan sama si doi. (Kalau udah waktunya insyaAllah bakal berduaa teruuss men, bahkan sampe nempel kayak amplop sama perangko. hehehe ) dan kadang kita suka lupa kalau ternyata diwaktu yang sama temen temen kita juga butuh keberadaan kita.

Ya, itu mungkin baru sekelumit kisah atau suatu pelajaran yang bisa diambil, aku nulis ini berdasarkan pengalaman looh. Pengalaman pribadi dan temen. haha, untuk itu aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak terjerumus lagi ke jalan yang sama. mudah mudahan disana ada calon bidadari tak bersayap yang sedang mempersiapkan diri untuk menunggu kedatanganku. #tsaaahhhh..
Allah, Engkau lah Sang Maha yang Membolak Balikkan Hati, Jagalah hati ini untuk mengungkapkan rasa yang mungkin sudah menggebu-gebu ini pada waktunya nanti. InsyaAllah sekarang sedang dalam proses menyiapkan diri untuk menjemput sang Bidadari. :)


Spongebob

Mencoba berfikir anti-mainstream mungkin itulah yang dilakukan oleh sedikit orang. Ndak banyak orang yang memiliki cara berpikir lain dari yang lain. Ah, aku yang selama ini berpikir sama seperti orang lain sedang mencoba untuk mencari zona baru, cara berikir baru, dan diungkapkan dengan suatu cara yang berbeda. Ya, aku lagi kepikiran untuk buat sesuatu yang berbeda. hehe..

Entah kenapa, terkadang sesuatu yang selalu kita sebutkan, kita ceritakan ke banyak orang, itu akan jadi saru motivasi tersendiri buat kita untuk mewujudkannya. :) Aku lagi pengen dikasih spongebob, iya bener spongebob, tepatnya balon spongebob pas wisuda. Kenapa? idenya sih simple, karena kalau lagi wisuda itu banyak orang, jadi aku mau minta balon spongebob yang bisa terbang, biar orang orang itu mudah kalau mau nyari aku. #tsaaaahhh...

Aku udah nyampein ini bbrapa bulan sebelum wisuda, sama beberapa orang yang sudah "biasa dan nyaman" aku temui. dan iya, yang aku minta adalah, aku mau balon spongebob pas wisuda ya. hehe.. ermintaan yang simple, remeh juga mungkin, tapi justru ini akan jadi suatu hal yang berkesan jika udah klewat, bahkan ada yang nyari balonnya penuh perjuangan gegara hanya mau ngasih itu sama aku. hehe.. insyaAllah sesuatu yang diperoleh dari perjuangan itu akan berkesan kok, dan akan jadi suatu memori tersendiri, entah pada waktunya nanti akan dibuang atau disimpen jadi salah satu kenangan terindah. #tsaaah. Ndak usah disebutin lah siapa yang ngasih itu, mungkin kalau dia baca, dia sekarang lagi senyum senyum sendiri baca tulisan ini, kenapa dia samppai berbuat senekat itu. #llhooh.. makasih yah buat tmn tmn yang udah mengabulkan permintaanku buat ngasih spongebob pas aku wisuda. Pemberian kalain sungguh sangat berkesan. :) Dan aku masih nyimpen spongebobnya, tapi udah kempes. hehe

Dan aku baru sempet nulis ini sekarang nih, setelah 2 periode wisuda terlampaui, maklum orang sibuk, eh engga ding, sok sibuk, eh engga juga ding, lagi pengen sibuk. entah kenapa aku lagi pengen, mulai malam ini mau mulai nulis, bukan mau nulis karena mau diliat orang, tapi mau nulis hanya karena aku pengen nulis aja. kali aja suatu saat nanti bakal jadi buku nih blog, hehe. aamiin..

Kawan, satu hal yang bisa aku pelajari dari spongebob ini adalah, bahwa jika punya niat dan tekad yang kuat untuk mengejar sesuatu, dan kita sharekan ke baanyak orang, insyaallah niat tersebut akan dijawab oleh Allah, yakin dah ituu, beneran deh. Aku masih percaya kalau Allah pasti bakalan ngasih sesuatu kepada hambanya sesuai dengan usaha dan doa yang dia lakukan. Yuk lah mulai semangat buat mencapai niat-niat dan targetan yang lain, termasuk menjemput jodooh. #eeehh :)

- Copyright © TEGUH JATI PRASETYO - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -