Aku ingin Mencintaimu dalam Diam Part 1 #tsaaahh
Ya, sekali lagi terkadang rasa yang dialami oleh para orang dewasa awal yang masih single adalah rasa galau, galau dalam menentukan masa depan ataupun galau dalam memilih pasangan. huehe. ini adalah hal yang wajar dan aku rasa juga pasti akan dialami oleh manusia normal, kayak aku juga sih. namun yang membedakan adalah, apakah kita akan melampiaskan "rasa" tersebut pada saat itu juga dengan mengungkapkan rasa yang kita miliki kepada orang yang kita tuju dan ga bisa ditentukan kepastiannya bahwa kita bakal bener bener sama dia. atau dengan cara lain yaitu kita pasrahkan semua kepada Allah, menunggu sampai saat yang tepat kemudian kita sampaikan dan langsung disahkan dengan ikatan perkawainan. #tsaaahh.
Tidak sedikit, atau mungkin banyak orang yang lebih memilih jalan yang pertama, entah kenapa, dengan alasan mengikuti tren jaman, biar ga cupu, biar gaul, takut kalau kelamaan ntar diambil orang dan masih banyak lagi alasan alasan yang digunakan untuk menjadi sebuah pembenaran bahwa seolah olah itu memang harus dilakukan. Dengan dalih, biar ada yang nyemangatin, biar ada yang ngingetin ibadah, dll. ya itulah realitas yang terjadi saat ini. Tapi apakah kita sadar bahwa dibalik itu semua, sebenernya menurut pandangan ku pribadi ya, banyak mudhorot (red : kekurangan) jika kita memutuskan untuk mengungkapkan rasa yang harusnya belum/tidak kita ungkapkan.
1. Waktu, disadari ataupun tidak, sebenernya waktu yang seharusnya bisa kita gunakan untuk berbuat atau melakukan suatu hal besar (ceileeeeh) justru kita gunakan untuk mikirin si dia.. #nah lo
2. Duit, disadari ataupun engga, pengeluaran yang kita keluarkan akan lebih banyak buat ngebahagiain si doi, entah sebenernya bahagia atau engga sih, duit yang harusnya bisa jadi modal nikah, buehehehe, eh malah dikeluarin dulu buat hanya sekedar kepuasan sesaat, huhu
3. Tenaga, disadari atau tidak kita juga akan cenderung ngeluarin tenaga yang lebih buat nurutin keinginan doi, ya ga sih? minta jemput inilah minta anter situlah dan lain lain, dan secara ga sadar, mungkin udah kehipnotis kali yaa, naluri seorang lelaki juga akan keluar, dengan penuh perjuangan, dengan harapan akan dianggep jadi pahlawan buat doi, kita suka nurutin apa kemauan doi..
4. Waktu berkumpul sama teman, guys, kadang ketika kita sudah kenal sama yang namanya "pacaran", waktu yang seharusnya bisa kita gunain buat berkumpul sama teman, diskusi untuk bangun relasi, dsb akan sirna atau berkurang intensitasnya karena berharap, waktu yang kita miliki bisa digunain buat berduaan sama si doi. (Kalau udah waktunya insyaAllah bakal berduaa teruuss men, bahkan sampe nempel kayak amplop sama perangko. hehehe ) dan kadang kita suka lupa kalau ternyata diwaktu yang sama temen temen kita juga butuh keberadaan kita.
Ya, itu mungkin baru sekelumit kisah atau suatu pelajaran yang bisa diambil, aku nulis ini berdasarkan pengalaman looh. Pengalaman pribadi dan temen. haha, untuk itu aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak terjerumus lagi ke jalan yang sama. mudah mudahan disana ada calon bidadari tak bersayap yang sedang mempersiapkan diri untuk menunggu kedatanganku. #tsaaahhhh..
Allah, Engkau lah Sang Maha yang Membolak Balikkan Hati, Jagalah hati ini untuk mengungkapkan rasa yang mungkin sudah menggebu-gebu ini pada waktunya nanti. InsyaAllah sekarang sedang dalam proses menyiapkan diri untuk menjemput sang Bidadari. :)
Tidak sedikit, atau mungkin banyak orang yang lebih memilih jalan yang pertama, entah kenapa, dengan alasan mengikuti tren jaman, biar ga cupu, biar gaul, takut kalau kelamaan ntar diambil orang dan masih banyak lagi alasan alasan yang digunakan untuk menjadi sebuah pembenaran bahwa seolah olah itu memang harus dilakukan. Dengan dalih, biar ada yang nyemangatin, biar ada yang ngingetin ibadah, dll. ya itulah realitas yang terjadi saat ini. Tapi apakah kita sadar bahwa dibalik itu semua, sebenernya menurut pandangan ku pribadi ya, banyak mudhorot (red : kekurangan) jika kita memutuskan untuk mengungkapkan rasa yang harusnya belum/tidak kita ungkapkan.
1. Waktu, disadari ataupun tidak, sebenernya waktu yang seharusnya bisa kita gunakan untuk berbuat atau melakukan suatu hal besar (ceileeeeh) justru kita gunakan untuk mikirin si dia.. #nah lo
2. Duit, disadari ataupun engga, pengeluaran yang kita keluarkan akan lebih banyak buat ngebahagiain si doi, entah sebenernya bahagia atau engga sih, duit yang harusnya bisa jadi modal nikah, buehehehe, eh malah dikeluarin dulu buat hanya sekedar kepuasan sesaat, huhu
3. Tenaga, disadari atau tidak kita juga akan cenderung ngeluarin tenaga yang lebih buat nurutin keinginan doi, ya ga sih? minta jemput inilah minta anter situlah dan lain lain, dan secara ga sadar, mungkin udah kehipnotis kali yaa, naluri seorang lelaki juga akan keluar, dengan penuh perjuangan, dengan harapan akan dianggep jadi pahlawan buat doi, kita suka nurutin apa kemauan doi..
4. Waktu berkumpul sama teman, guys, kadang ketika kita sudah kenal sama yang namanya "pacaran", waktu yang seharusnya bisa kita gunain buat berkumpul sama teman, diskusi untuk bangun relasi, dsb akan sirna atau berkurang intensitasnya karena berharap, waktu yang kita miliki bisa digunain buat berduaan sama si doi. (Kalau udah waktunya insyaAllah bakal berduaa teruuss men, bahkan sampe nempel kayak amplop sama perangko. hehehe ) dan kadang kita suka lupa kalau ternyata diwaktu yang sama temen temen kita juga butuh keberadaan kita.
Ya, itu mungkin baru sekelumit kisah atau suatu pelajaran yang bisa diambil, aku nulis ini berdasarkan pengalaman looh. Pengalaman pribadi dan temen. haha, untuk itu aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak terjerumus lagi ke jalan yang sama. mudah mudahan disana ada calon bidadari tak bersayap yang sedang mempersiapkan diri untuk menunggu kedatanganku. #tsaaahhhh..
Allah, Engkau lah Sang Maha yang Membolak Balikkan Hati, Jagalah hati ini untuk mengungkapkan rasa yang mungkin sudah menggebu-gebu ini pada waktunya nanti. InsyaAllah sekarang sedang dalam proses menyiapkan diri untuk menjemput sang Bidadari. :)
Spongebob
Mencoba berfikir anti-mainstream mungkin itulah yang dilakukan oleh sedikit orang. Ndak banyak orang yang memiliki cara berpikir lain dari yang lain. Ah, aku yang selama ini berpikir sama seperti orang lain sedang mencoba untuk mencari zona baru, cara berikir baru, dan diungkapkan dengan suatu cara yang berbeda. Ya, aku lagi kepikiran untuk buat sesuatu yang berbeda. hehe..
Entah kenapa, terkadang sesuatu yang selalu kita sebutkan, kita ceritakan ke banyak orang, itu akan jadi saru motivasi tersendiri buat kita untuk mewujudkannya. :) Aku lagi pengen dikasih spongebob, iya bener spongebob, tepatnya balon spongebob pas wisuda. Kenapa? idenya sih simple, karena kalau lagi wisuda itu banyak orang, jadi aku mau minta balon spongebob yang bisa terbang, biar orang orang itu mudah kalau mau nyari aku. #tsaaaahhh...
Aku udah nyampein ini bbrapa bulan sebelum wisuda, sama beberapa orang yang sudah "biasa dan nyaman" aku temui. dan iya, yang aku minta adalah, aku mau balon spongebob pas wisuda ya. hehe.. ermintaan yang simple, remeh juga mungkin, tapi justru ini akan jadi suatu hal yang berkesan jika udah klewat, bahkan ada yang nyari balonnya penuh perjuangan gegara hanya mau ngasih itu sama aku. hehe.. insyaAllah sesuatu yang diperoleh dari perjuangan itu akan berkesan kok, dan akan jadi suatu memori tersendiri, entah pada waktunya nanti akan dibuang atau disimpen jadi salah satu kenangan terindah. #tsaaah. Ndak usah disebutin lah siapa yang ngasih itu, mungkin kalau dia baca, dia sekarang lagi senyum senyum sendiri baca tulisan ini, kenapa dia samppai berbuat senekat itu. #llhooh.. makasih yah buat tmn tmn yang udah mengabulkan permintaanku buat ngasih spongebob pas aku wisuda. Pemberian kalain sungguh sangat berkesan. :) Dan aku masih nyimpen spongebobnya, tapi udah kempes. hehe
Dan aku baru sempet nulis ini sekarang nih, setelah 2 periode wisuda terlampaui, maklum orang sibuk, eh engga ding, sok sibuk, eh engga juga ding, lagi pengen sibuk. entah kenapa aku lagi pengen, mulai malam ini mau mulai nulis, bukan mau nulis karena mau diliat orang, tapi mau nulis hanya karena aku pengen nulis aja. kali aja suatu saat nanti bakal jadi buku nih blog, hehe. aamiin..
Kawan, satu hal yang bisa aku pelajari dari spongebob ini adalah, bahwa jika punya niat dan tekad yang kuat untuk mengejar sesuatu, dan kita sharekan ke baanyak orang, insyaallah niat tersebut akan dijawab oleh Allah, yakin dah ituu, beneran deh. Aku masih percaya kalau Allah pasti bakalan ngasih sesuatu kepada hambanya sesuai dengan usaha dan doa yang dia lakukan. Yuk lah mulai semangat buat mencapai niat-niat dan targetan yang lain, termasuk menjemput jodooh. #eeehh :)
Entah kenapa, terkadang sesuatu yang selalu kita sebutkan, kita ceritakan ke banyak orang, itu akan jadi saru motivasi tersendiri buat kita untuk mewujudkannya. :) Aku lagi pengen dikasih spongebob, iya bener spongebob, tepatnya balon spongebob pas wisuda. Kenapa? idenya sih simple, karena kalau lagi wisuda itu banyak orang, jadi aku mau minta balon spongebob yang bisa terbang, biar orang orang itu mudah kalau mau nyari aku. #tsaaaahhh...
Aku udah nyampein ini bbrapa bulan sebelum wisuda, sama beberapa orang yang sudah "biasa dan nyaman" aku temui. dan iya, yang aku minta adalah, aku mau balon spongebob pas wisuda ya. hehe.. ermintaan yang simple, remeh juga mungkin, tapi justru ini akan jadi suatu hal yang berkesan jika udah klewat, bahkan ada yang nyari balonnya penuh perjuangan gegara hanya mau ngasih itu sama aku. hehe.. insyaAllah sesuatu yang diperoleh dari perjuangan itu akan berkesan kok, dan akan jadi suatu memori tersendiri, entah pada waktunya nanti akan dibuang atau disimpen jadi salah satu kenangan terindah. #tsaaah. Ndak usah disebutin lah siapa yang ngasih itu, mungkin kalau dia baca, dia sekarang lagi senyum senyum sendiri baca tulisan ini, kenapa dia samppai berbuat senekat itu. #llhooh.. makasih yah buat tmn tmn yang udah mengabulkan permintaanku buat ngasih spongebob pas aku wisuda. Pemberian kalain sungguh sangat berkesan. :) Dan aku masih nyimpen spongebobnya, tapi udah kempes. hehe
Dan aku baru sempet nulis ini sekarang nih, setelah 2 periode wisuda terlampaui, maklum orang sibuk, eh engga ding, sok sibuk, eh engga juga ding, lagi pengen sibuk. entah kenapa aku lagi pengen, mulai malam ini mau mulai nulis, bukan mau nulis karena mau diliat orang, tapi mau nulis hanya karena aku pengen nulis aja. kali aja suatu saat nanti bakal jadi buku nih blog, hehe. aamiin..
Kawan, satu hal yang bisa aku pelajari dari spongebob ini adalah, bahwa jika punya niat dan tekad yang kuat untuk mengejar sesuatu, dan kita sharekan ke baanyak orang, insyaallah niat tersebut akan dijawab oleh Allah, yakin dah ituu, beneran deh. Aku masih percaya kalau Allah pasti bakalan ngasih sesuatu kepada hambanya sesuai dengan usaha dan doa yang dia lakukan. Yuk lah mulai semangat buat mencapai niat-niat dan targetan yang lain, termasuk menjemput jodooh. #eeehh :)
BECAK
Beberapa waktu yang lalu diberikan kesempatan untuk menikmati indahnya kota bogor dengan kawan-kawan. Menikmati indahnya bogor tanpa harus capek capek jalan kaki. hehe. alhamdulillah ada si biru #MasBro sang motor tercinta yang senantiasa menemani kemanapun diriku pergi. Kecuali ke alam Mimpi kali ya. hehe..
Ndak kerasa sampailah kami pada suatu tempat rehat dan akhirnya memutuskan untuk nongkrong disana. Sambil rehat, meskipun hanya beli sebotol minuman, lumayanlah bisa menghilangkan rasa dahaga. :)
Tanpa sengaja tetiba lihat seorang tukangbecak lagi nganterin kliennya ke retail tempat kami nongkrong. Jadi berpikir, betapa perjuangan luar biasa yang dilakukan oleh sang tukang becak itu. bayangin, malem malem, ditemani semilir angin yang berhembus sepoi sepoi, dia berjuang mengayuh becak untuk menghidupi anak dan istri. subhanallah. Aku nunduk, terenyuh, Ya Allah, gimana ya kalau aku yang ada diposisi beliau. Bermodalkan tenaga, dia bekerja susah payah mencari nafkah. Perjuangan dan kerja kerasnya patut untuk ditiru. Semoga kelak ketika kita (Kaum lelaki) jadi Bapak bisa bekerja sekeras beliau.
Aku ndak bisa bayangin, kalau moda trasportasi ramah lingkungan kayak becak suatu saat nanti bakal kegeser sama motor, mobil, dll. mau cari rejeki dimana ya para tukang becak itu? T.T
Tapi aku yakin, Allah itu adil, rejeki itu ndak akan ketuker. pasti ada jalan disetiap perjuangan. Semangat ya buat para Bapak dan Calon Bapak. :)
Tag :
Curhat,
AREMARU, PECEL LELE...
Hampir satu bulan sudah perjalanan itu
berlalu, namun rasanya masih teringat jelas dalam pikiranku aku pernah mencapai
puncak tertinggi ditanah Jawa, aku pernah berada disana bersama orang-orang
yang luar biasa. Perjalanan yang menakjubkan ditemani orang-orang yang begitu
menginspirasi. AREMARU, pengalaman itu
ndak akan pernah aku lupakan.
Berawal dar ajakan Septian Suhandono
di metro kala itu, yang dengan tiba – tiba dan mendesak ngajakin buat naik
gunung. Tanpa pikir panjang aku pun menerima tawarannya. Yaudah, buat
refresing, itung-itung mumpung ada temennya. Hehe.. sesungguhnya aku belum
pernah naik gunung sebelumnya, hanya dulunya seneng banget jelajah alam sama anak-anak
pramuka. Baru kali ini aku bisa berkesempatan naik gunung, dan ga nanggung-nanggung,
langsung Mahameru yang menjadi tujuannya, tanah tertinggi di pulau Jawa. Ndak
pernah terbayang dalam benakku bakal melakukan pendakian setinggi itu, apalagi
notabene aku masih sangat awam. Awam banget malah.
Rencana itupun semakin matang
untuk dilakukan, dengan melakukan koordinasi beberapa kali, kami yang menamai
kelompok ini dengan nama Aremaru dan
tagline pecel lele pun siap
melakukan pendakian. Semua perlengkapan sudah disiapkan. Dan waktu yang
ditunggu –tunggu itupun akhirnya tiba. Tanggal 19 Desember 2013, hari dimana
kami memulai perjalanan itu. Sebelum cerita jauh ke depan, aku ingin
memperkenalkan anggota tim dulu nih.
Yang pertama ada Pahmi, nama
lengkapnya Nurul Pahmi, dia ini sang penakluk gunung, sudah beberapa kali
melakukan pendakian. Namun demikian dia belum pernah naik ke Mahameru. Dengan
semangat dan keberanian yang tinggi, dan berbekal pengalaman yang dimiliki, dia
menjadi ketua rombongan dari tim kami. Memiliki tubuh tegap, otot kuat, dan
kalo nglucu garing. Hehehe....
Yang kedua ada Desi Sakawulan, dia
ini merupakan salah satu personil perempuan di tim kami, tubuhnya kecil sih,
tapi tenaganya luar biasa boy. Bisa nyampe puncak mahameru lhooo.. dan
tentengannya itu carier “surga dunia”. Hehe surga dunia pas dibawa muncak
maksudnya karena enteng dan didalamnya makanan semua.. Desi ini kecil-kecil
tapi cerewet. Huehehehe..
Yang ketiga ada Grevi Wiziani,
wanita asal kepulauan Riau ini sama kayak aku, jadi pendaki pemula, baru
pertama kali daki gunung. Grevi ini prepare banget orangnya, persipannya
lengkap, makanannya juga banyak. Hehe.. dia anak Gizi lhoo, jurusan paling
favorit di IPB, sama kayak aku. Hehe
Yang keempat ada Sarah Nur
Amalia. Wanita tangguh yang satu ini luar biasa, terdepan ketika awal pendakian.
Dengan sisa sisa tenaga dan semangat yang ada akhirnya bisa mencapai puncak. Hehehe..
nak, emakmu nak pernah sampai di puncak semeru. Hehe..
Yang kelima ada Banu Adi Permana.
Mas ganteng satu ini menginspirasi banget boy, dengan gaya sederhananya dan
kepolosannya. Kalem tapi pasti. Orangnya sholeh, dia ini yang selalu
ngebangunin buat sholat subuh. Tabakannya oke banget, batu-batu apa yang ada di
Semeru. Jawabannya adalah batu adi permana (antimainstream banget nih)J
Yang keenam ada Rizal Choirul
Insani, perawakannya tegap, tubuhnya keker, berjenggot tipis. Hehe.. dia ini
laki-laki yang paling prepare, sampai sampai bekal jajanan udah dipersiapkan
dari hari pertama sampai hari terakhir. Mantaap dah.. cadangan salon pasnya
juga buuuaaaanyak. Hehehe..
Yang ketujuh ada Sigit, dulunya
pejabat kampus, tapi sekarang ini udah mantan, udah jadi rakyat jelata. #eehh..
hehehe. Dia ini orang yang tegar, santai dalam menghadapi lika liku jalanan
yang terjal dan penuh dengan jurang. Yang kerjaannya selalu dibelakang jadi
sweeper buat tim kami. Makasih sigit, perjuangan dan jasamu tak akan kami
lupakan. Huehehe
Yang ke delapan ada sobat gue,
yang dulu, hampir tiap hari ketemu, yang pikirannya antimainstream, selalu
punya cara untuk menghibur meski harus mengorbankan dirinya sendiri. Hehehe..
Dia adalah Septian Suhandono dengan tagline nya Ganteng, Bergelombang, Berapi-api. Sebenernya ada tandingan dari
tagline dia ini yang lebih cetar yaitu, bagus,
badai dan kebakaran.. hehehe.. dia ini jadi partner paling kece buat aku
saat bercanda, paling ngecuun diantara yang lainnya. Hehe.. makasih ya boy udah
ngajakin aku naik semeru.
Terakhir ada aku sendiri, Teguh,
masih polos, sederhana, culun, ga tau apa-apa, dibandingkan sama yang lain mah Apalah
aku ini..... Tapi aku paling berbeda
diantara yang lainnya, berbeda bentuk tubuhnya, berbeda porsi makannya, dan
berbeda berat badannya. Hehehehe..
Bisa sampai ke mahameru bukanlah
persoalan yang mudah, apalagi sepele. Butuh perjuangan dan pengorbanan yang
besar. Butuh tekad yang kuat dan semangat yang tak gampang pudar. Melalui jalan
yang berliku, menanjak, penuh dengan tebing dan jurang, ditambah lagi licin dan
hujan semakin menambah tantangan untuk mencapai puncaknya. Dan ini akan menjadi
memori indah tersendiri yang akan terpatri dalam lubuk hati. Semua kelelahan
itu seolah sirna dimakan oleh keindahan alam yang sangat menakjubkan. Terima
kasih ya Allah, aku telah dilahirkan ditanah yang luar biasa ini, di negeri
yang sangat menakjubkan. INDONESIA..
Aku sangat bersyukur bisa
diberikan kesempatan naik ke Mahameru, dari perjalanan itu aku jadi punya
cerita tentang 8 orang sahabat yang luar biasa, selalu menginspirasi dengan
cara mereka sendiri. Dari perjalanan itu aku jadi sadar, bahwa aku ini sangat
kecil, kecil dihadapanMu ya Allah, tapi apa yang aku lakukan selama ini, aku bahkan
mungkin jarang mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan. Nikmat sehat yang
karenanya aku bisa sampai puncak dan menikmati keindahan alam dari sana. nikmat
betapa indahnya alam ciptaanMu yang saling sinergi dan saling melengkapi. Satu hal
lagi, nikmat kehidupan yang karenanya aku bisa dipertemukan dengan orang-orang
yang luar biasa disekelilingku. Seandainya waktu itu Engkau berkehendak,
pastilah ada musibah yang mungkin Engkau timpakan ke Kami. Jurang tebentang
Luas, dan bisa saja jika terpeleset dan akhirnya...... ah sudahlah, yang pasti
hari ini dan seterusnya. Aku selalu meyakini bahwa ada rencana terindah yang
sudah Engkau siapkan untuk setiap HambaMu, tinggal bagaimana usaha dan kerja keras
serta doa yang dilakukan.. semua itu pasti akan sebanding dengan apa yang kita
dapatkan kelak.
Dari mendaki aku juga belajar
bahwasanya ketika naik, kita senantiasa menunduk untuk meringankan beban. Dan berdiri
tegap saat turun agar lebih mudah melewati jalur. Begitu pun dalam kehidupan,
ada baiknya kita tidak sombong dan angkuh saat kita sedang berada diposisi
atas, tetapi rendah hati dan peduli dengan sesama. Begitupun saat kita turun,
kita ndak boleh menyerah dengan keadaan kita harus tetap tegap untuk melangkah
pasti meraih prestasi.. prestasi kehidupan. J
Terima kasih kawan – kawan aremaru
pecel lele.. arek arek mahameru dengan tagline pecel lele (pendaki cepat lelah
letih lesu dan letoy)hehehe.. meskupun kita pemula, meskipun belum banyak pengalaman
yag kita dapatkan, dengan semangat dan daya juang yang tinggi akhirnya kita
bisa sampai di puncak tertinggi itu. Begitu pun dalam kehidupan ini kawan,
pasti ada jalur yang akan kita lalui,
entah itu menanjak, menurun, terjal, berbatu, berpasir atau jalan landai
sekalipun. Tapi yakinlah ketika niat kita bulat, tekad kita mantap, semangat
kita meluap, dan doa kita kuat, apapun rintangan dalam hidup ini kita pasti
bisa melewatinya. Ada rencana terbaik yang telah Allah persiapkan dibalik ujian
hidup yang kita jalani. Terima kasih kalian telah pernah menjadi salah seorang
yang berada disampingku, memberikanku inspirasi dan semangat. Kalian memang
luar biasa...
Bogor, 12 Januari 2013, ditengah sepinya malam di kampus
IPB.
Tag :
Curhat,
LAPORAN KULIAH KERJA PROFESI KALIMANTAN SELATAN
Tabel 1 Data
Sebaran Balita berdasarkan Status Gizi (BB/U) pada awal dan akhir masa KKP di Kalimantan
Selatan
|
Kriteria
|
Sebaran Balita Berdasarkan Status
Gizi (BB/U)
|
||
|
Awal
|
Akhir
|
Delta
|
|
|
Status Gizi Kurang
|
45
(12,2%)
|
24
(6,5%)
|
21
(46,7%)
|
|
Status Gizi Baik/Normal
|
316
(85,6%)
|
333
(90,2%)
|
15
(4,7%)
|
|
Status Gizi Lebih
|
8
(2,2%)
|
12
(3,3%)
|
6
(75%)
|
|
Jumlah
|
369
(100%)
|
369
(100%)
|
|
Berdasarkan
data diatas dapat diketahui jumlah dan persentase status gizi balita yang
berada di lokasi KKP. Perhitungan status gizi dilakukan berdasarkan parameter
BB/U. Status gizi balita dibagi menjadi tiga kriteria yaitu status gizi kurang,
status gizi normal dan status gizi lebih. Berdasarkan data di atas dapat
diketahui bahwa jumlah balita gizi kurang pada awal penimbangan sebanyak 45
anak atau 12.2% dari keseluruhan Balita. sedangkan di akhir penimbangan
terdapat 24 (6.5%) Balita yang masuk kriteria status gizi kurang. Hal ini
menunjukkan adanya penurunan Balita yang mengalami status gizi kurang.
Kemudian
balita dengan status gizi normal memiliki persentase sebesar 85.6% ketika
penimbangan awal dan berubah menjadi 90.2% ketika penimbangan akhir. Hal ini
menunjukkan adanya penambahan balita yang memiliki kriteria status gizi normal.
Adanya penurunan persentase status gizi kurang dan kenaikan persentase status
gizi lebih menunjukkan bahwa status gizi balita di lokasi KKP menjaadi semakin
baik. Namun demikian, terdapat juga peningkatan balita yang mengalami status
gizi lebih dari semula 2.2% menjadi 3.3%. namun peningkatan tersebut tidak
terlalu signifikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa program-program KKP
yang dilakukan dapat membantu masyarakat dalam memperbaiki status gizi balita
masyarakat setempat.
Salah
satu program upaya perbaikan gizi di lokasi KKP provinsi kalimantan selatan
adalah dengan melakukan penyuluhan. Penyuluhan ini dilakukan kepada kader
posyandu maupun ke ibu-ibu warga setempat. Materi yang diberikan diantaranya
mengenai pentingnya asupan zat gizi yang baik untuk tumbuh kembang dan
kesehatan anak maupun anggota keluarga. Untuk kader posyandu sendiri, ada
materi tambahan yaitu mengenai proses pelaksanaan posyandu yang baik dan benar.
Diharapkan pasca penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman dari
ibu balita tentang zat gizi serta pentingnya asupan makanan bergizi bagi
kesehatan anggota keluarga. Berikut ini merupakan tabel jumlah kader posyandu
yang mendapatkan edukasi gizi.
Tabel 2 Data Jumlah Kader
Posyandu yang Mendapat
Edukasi Gizi di Kalimantan Selatan
|
No
|
Nama Desa
|
Jumlah Kader Posyandu yang Mendapat
Edukasi Gizi
|
|
Kalimantan Selatan
|
||
|
1
|
Sarang
Tiung
|
9
|
|
2
|
Mekarsari
|
4
|
|
3
|
Sekandis
|
7
|
|
4
|
Bukit
baru
|
3
|
|
5
|
Teluk
Kepayang
|
10
|
|
Jumlah
|
|
33
|
|
Jumlah Total Kalimantan
Selatan
|
33
|
|
Berdasarkan
tabel tersebut dapat diketahui bahwa jumlah total kader yang mendapatkan
edukasi gizi sebanyak 33 orang. Kader posyandu yang paling banyak mendapatkan
penyuluhan adalah kader dari desa teluk kepayang dengan jumlah 10 orang.
Sedangkan kader posyandu yang paling sedikit mendapatkan penyuluhan adalah di
desa Mekarsari. Perbedaan jumlah kader yang mendapatkan edukasi gizi ini
dikarenakan kondisi dan situasi setiap daerah berbeda-beda. Berikut ini juga
disajikan data hasil penyuluhan berupa tingkat pengetahuan gizi kader sebelum
dan sesudah mendapatkan edukasi. Pengukuran tingkat pengetahuan ini dilakukan
berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan ketika penyuluhan.
Tabel 3 Tingkat Pengetahuan Gizi Kader
Posyandu Sebelum dan Setelah Mendapat Edukasi Gizi di Kalimantan
Selatan
|
No
|
Nama Desa
|
Tingkat Pengetahuan Gizi
(Nilai rata-rata Test)
|
|||
|
Awal
|
Akhir
|
Delta
|
% Perubahan
|
||
|
Kalimantan Selatan
|
|||||
|
1
|
Sarang Tiung
|
63,33
|
86,66
|
23,33
|
36,84
|
|
2
|
Mekarsari
|
47.5
|
60
|
12.5
|
26.3
|
|
3
|
Sekandis
|
71.43
|
88.57
|
17.14
|
24
|
|
4
|
Bukit Baru
|
26.66
|
60
|
33.33
|
125
|
|
5
|
Teluk Kepayang
|
57
|
82
|
25
|
43.86
|
|
Rata-rata Kalimantan Selatan
|
41.78
|
75.45
|
22.26
|
51.2
|
|
Berdasarkan
tabel diatas dapat diketahui persentase peningkatan pengetahuan kader di setiap
desa yang mendapatkan edukasi gizi. Persentase perubahan tingkat pengetahuan
gizi terendah ada di desa Sekandis sebesar 24% sedangkan persentase tertinggi
ada di Desa Bukit Baru sebesar 125%. Berdasarkan data rata-rata, persentase
perubahan tingkat pengetahuan gizi sudah cukup baik yaitu sebesar 51.2%.
Selain
memberikan penyuluhan ke kader posyandu, penyuluhan juga diberikan kepada
ibu-ibu daerah setempat. Berikut ini merupakan data ibu-ibu yang mendapatkan
penyuluhan.
|
No
|
Nama Desa
|
Jumlah
Ibu yang Mendapat Edukasi Gizi
|
|
Kalimantan Selatan
|
||
|
1
|
Sarang
Tiung
|
15
|
|
2
|
Mekarsari
|
20
|
|
3
|
Sekandis
|
30
|
|
4
|
Bukit
Baru
|
13
|
|
5
|
Teluk
Kepayang
|
19
|
|
Jumlah Total
Kalimantan Selatan
|
97
|
|
Berdasarkan
tabel diatas dapat kita ketahui jumlah ibu-ibu yang mendapatkan penyulluhan
edukasi gizi. Peserta terbanyak berasal dari desa Sekandis sebesar 30 orang.
Jumlah ibu – ibu yang mendapatkan penyuluhan gizi paling sedikit berada di Desa
Bukit Baru sebanyak 13 orang. Jumlah ibu-ibu keseluruhan yang mendapatkan
edukasi gizi di lokasi KKP Kalimantan Selatan sebanyak 97 orang. Selain data
jumlah ibu-ibu yang mendapatkan edukasi gizi, berikut ini juga disajikan data
mengenai perubahan tingkat pengetahuan gizi ibu-ibu sebelum dan setelah
penyuluhan dilaksanakan.
Tabel 5 Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu Sebelum dan Setelah Mendapat Edukasi Gizi di Kalimantan
Selatan
|
No
|
Nama Desa
|
Tingkat Pengetahuan Gizi
(Nilai rata-rata Test)
|
|||
|
Awal
|
Akhir
|
Delta
|
% Perubahan
|
||
|
Kalimantan Selatan
|
|||||
|
1
|
Sarang Tiung
|
52,66
|
75,33
|
22,66
|
43,04
|
|
2
|
Mekarsari
|
47
|
57
|
10
|
21.27
|
|
3
|
Sekandis
|
28
|
56.66
|
28.66
|
102.38
|
|
4
|
Bukit Baru
|
59.23
|
69.23
|
10
|
16.88
|
|
5
|
Teluk Kepayang
|
52.11
|
71.05
|
18.95
|
36.36
|
|
Rata-rata Kalimantan Selatan
|
42,6
|
66,2
|
14,2
|
43,0
|
|
Tabel
diatas menunjukkan data persentase perubahan pengetahuan gizi ibu-ibu di Lokasi
KKP Provinsi Kalimantan Selatan sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan.
Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa persentase perubahan
pengetahuan gizi tertinggi berada di desa sekndis sebesar 102.38%. sedangkan
Desa Bukit Baru menunjukkan persentase perubahan pengetahuan gizi ibu-ibu yang
paling kecil dibandingkan desa yang lain yaitu sebesar 16.88%. persentase
perubahan pengetahuan gizi ibu rata-rata dari semua desa lokasi KKP adalah
sebesar 43%.
Tag :
ILMIAH,


