@2013 Teguh Jati Prasetyo. Diberdayakan oleh Blogger.

Aku ingin Mencintaimu dalam Diam Part 1 #tsaaahh

Ya, sekali lagi terkadang rasa yang dialami oleh para orang dewasa awal yang masih single adalah rasa galau, galau dalam menentukan masa depan ataupun galau dalam memilih pasangan. huehe. ini adalah hal yang wajar dan aku rasa juga pasti akan dialami oleh manusia normal, kayak aku juga sih. namun yang membedakan adalah, apakah kita akan melampiaskan "rasa" tersebut pada saat itu juga dengan mengungkapkan rasa yang kita miliki kepada orang yang kita tuju dan ga bisa ditentukan kepastiannya bahwa kita bakal bener bener sama dia. atau dengan cara lain yaitu kita pasrahkan semua kepada Allah, menunggu sampai saat yang tepat kemudian kita sampaikan dan langsung disahkan dengan ikatan perkawainan. #tsaaahh.

Tidak sedikit, atau mungkin banyak orang yang lebih memilih jalan yang pertama, entah kenapa, dengan alasan mengikuti tren jaman, biar ga cupu, biar gaul, takut kalau kelamaan ntar diambil orang dan masih banyak lagi alasan alasan yang digunakan untuk menjadi sebuah pembenaran bahwa seolah olah itu memang harus dilakukan. Dengan dalih, biar ada yang nyemangatin, biar ada yang ngingetin ibadah, dll. ya itulah realitas yang terjadi saat ini. Tapi apakah kita sadar bahwa dibalik itu semua, sebenernya menurut pandangan ku pribadi ya, banyak mudhorot (red : kekurangan) jika kita memutuskan untuk mengungkapkan rasa yang harusnya belum/tidak kita ungkapkan.
1. Waktu, disadari ataupun tidak, sebenernya waktu yang seharusnya bisa kita gunakan untuk berbuat atau melakukan suatu hal besar (ceileeeeh) justru kita gunakan untuk mikirin si dia.. #nah lo
2. Duit, disadari ataupun engga, pengeluaran yang kita keluarkan akan lebih banyak buat ngebahagiain si doi, entah sebenernya bahagia atau engga sih, duit yang harusnya bisa jadi modal nikah, buehehehe, eh malah dikeluarin dulu buat hanya sekedar kepuasan sesaat, huhu
3. Tenaga, disadari atau tidak kita juga akan cenderung ngeluarin tenaga yang lebih buat nurutin keinginan doi, ya ga sih? minta jemput inilah minta anter situlah dan lain lain, dan secara ga sadar, mungkin udah kehipnotis kali yaa, naluri seorang lelaki juga akan keluar, dengan penuh perjuangan, dengan harapan akan dianggep jadi pahlawan buat doi, kita suka nurutin apa kemauan doi..
4. Waktu berkumpul sama teman, guys, kadang ketika kita sudah kenal sama yang namanya "pacaran", waktu yang seharusnya bisa kita gunain buat berkumpul sama teman, diskusi untuk bangun relasi, dsb akan sirna atau berkurang intensitasnya karena berharap, waktu yang kita miliki bisa digunain buat berduaan sama si doi. (Kalau udah waktunya insyaAllah bakal berduaa teruuss men, bahkan sampe nempel kayak amplop sama perangko. hehehe ) dan kadang kita suka lupa kalau ternyata diwaktu yang sama temen temen kita juga butuh keberadaan kita.

Ya, itu mungkin baru sekelumit kisah atau suatu pelajaran yang bisa diambil, aku nulis ini berdasarkan pengalaman looh. Pengalaman pribadi dan temen. haha, untuk itu aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak terjerumus lagi ke jalan yang sama. mudah mudahan disana ada calon bidadari tak bersayap yang sedang mempersiapkan diri untuk menunggu kedatanganku. #tsaaahhhh..
Allah, Engkau lah Sang Maha yang Membolak Balikkan Hati, Jagalah hati ini untuk mengungkapkan rasa yang mungkin sudah menggebu-gebu ini pada waktunya nanti. InsyaAllah sekarang sedang dalam proses menyiapkan diri untuk menjemput sang Bidadari. :)


Spongebob

Mencoba berfikir anti-mainstream mungkin itulah yang dilakukan oleh sedikit orang. Ndak banyak orang yang memiliki cara berpikir lain dari yang lain. Ah, aku yang selama ini berpikir sama seperti orang lain sedang mencoba untuk mencari zona baru, cara berikir baru, dan diungkapkan dengan suatu cara yang berbeda. Ya, aku lagi kepikiran untuk buat sesuatu yang berbeda. hehe..

Entah kenapa, terkadang sesuatu yang selalu kita sebutkan, kita ceritakan ke banyak orang, itu akan jadi saru motivasi tersendiri buat kita untuk mewujudkannya. :) Aku lagi pengen dikasih spongebob, iya bener spongebob, tepatnya balon spongebob pas wisuda. Kenapa? idenya sih simple, karena kalau lagi wisuda itu banyak orang, jadi aku mau minta balon spongebob yang bisa terbang, biar orang orang itu mudah kalau mau nyari aku. #tsaaaahhh...

Aku udah nyampein ini bbrapa bulan sebelum wisuda, sama beberapa orang yang sudah "biasa dan nyaman" aku temui. dan iya, yang aku minta adalah, aku mau balon spongebob pas wisuda ya. hehe.. ermintaan yang simple, remeh juga mungkin, tapi justru ini akan jadi suatu hal yang berkesan jika udah klewat, bahkan ada yang nyari balonnya penuh perjuangan gegara hanya mau ngasih itu sama aku. hehe.. insyaAllah sesuatu yang diperoleh dari perjuangan itu akan berkesan kok, dan akan jadi suatu memori tersendiri, entah pada waktunya nanti akan dibuang atau disimpen jadi salah satu kenangan terindah. #tsaaah. Ndak usah disebutin lah siapa yang ngasih itu, mungkin kalau dia baca, dia sekarang lagi senyum senyum sendiri baca tulisan ini, kenapa dia samppai berbuat senekat itu. #llhooh.. makasih yah buat tmn tmn yang udah mengabulkan permintaanku buat ngasih spongebob pas aku wisuda. Pemberian kalain sungguh sangat berkesan. :) Dan aku masih nyimpen spongebobnya, tapi udah kempes. hehe

Dan aku baru sempet nulis ini sekarang nih, setelah 2 periode wisuda terlampaui, maklum orang sibuk, eh engga ding, sok sibuk, eh engga juga ding, lagi pengen sibuk. entah kenapa aku lagi pengen, mulai malam ini mau mulai nulis, bukan mau nulis karena mau diliat orang, tapi mau nulis hanya karena aku pengen nulis aja. kali aja suatu saat nanti bakal jadi buku nih blog, hehe. aamiin..

Kawan, satu hal yang bisa aku pelajari dari spongebob ini adalah, bahwa jika punya niat dan tekad yang kuat untuk mengejar sesuatu, dan kita sharekan ke baanyak orang, insyaallah niat tersebut akan dijawab oleh Allah, yakin dah ituu, beneran deh. Aku masih percaya kalau Allah pasti bakalan ngasih sesuatu kepada hambanya sesuai dengan usaha dan doa yang dia lakukan. Yuk lah mulai semangat buat mencapai niat-niat dan targetan yang lain, termasuk menjemput jodooh. #eeehh :)

BECAK

Beberapa waktu yang lalu diberikan kesempatan untuk menikmati indahnya kota bogor dengan kawan-kawan. Menikmati indahnya bogor tanpa harus capek capek jalan kaki. hehe. alhamdulillah ada si biru #MasBro sang motor tercinta yang senantiasa menemani kemanapun diriku pergi. Kecuali ke alam Mimpi kali ya. hehe.. 
Ndak kerasa sampailah kami pada suatu tempat rehat dan akhirnya memutuskan untuk nongkrong disana. Sambil rehat, meskipun hanya beli sebotol minuman, lumayanlah bisa menghilangkan rasa dahaga. :)
Tanpa sengaja tetiba lihat seorang tukangbecak lagi nganterin kliennya ke retail tempat kami nongkrong. Jadi berpikir, betapa perjuangan luar biasa yang dilakukan oleh sang tukang becak itu. bayangin, malem malem, ditemani semilir angin yang berhembus sepoi sepoi, dia berjuang mengayuh becak untuk menghidupi anak dan istri. subhanallah. Aku nunduk, terenyuh, Ya Allah, gimana ya kalau aku yang ada diposisi beliau. Bermodalkan tenaga, dia bekerja susah payah mencari nafkah. Perjuangan dan kerja kerasnya patut untuk ditiru. Semoga kelak ketika kita (Kaum lelaki) jadi Bapak bisa bekerja sekeras beliau. 
Aku ndak bisa bayangin, kalau moda trasportasi ramah lingkungan kayak becak suatu saat nanti bakal kegeser sama motor, mobil, dll. mau cari rejeki dimana ya para tukang becak itu? T.T
Tapi aku yakin, Allah itu adil, rejeki itu ndak akan ketuker. pasti ada jalan disetiap perjuangan. Semangat ya buat para Bapak dan Calon Bapak. :) 
Tag : ,

AREMARU, PECEL LELE...

Hampir satu bulan sudah perjalanan itu berlalu, namun rasanya masih teringat jelas dalam pikiranku aku pernah mencapai puncak tertinggi ditanah Jawa, aku pernah berada disana bersama orang-orang yang luar biasa. Perjalanan yang menakjubkan ditemani orang-orang yang begitu menginspirasi. AREMARU,  pengalaman itu ndak akan pernah aku lupakan.
Berawal dar ajakan Septian Suhandono di metro kala itu, yang dengan tiba – tiba dan mendesak ngajakin buat naik gunung. Tanpa pikir panjang aku pun menerima tawarannya. Yaudah, buat refresing, itung-itung mumpung ada temennya. Hehe.. sesungguhnya aku belum pernah naik gunung sebelumnya, hanya dulunya seneng banget jelajah alam sama anak-anak pramuka. Baru kali ini aku bisa berkesempatan naik gunung, dan ga nanggung-nanggung, langsung Mahameru yang menjadi tujuannya, tanah tertinggi di pulau Jawa. Ndak pernah terbayang dalam benakku bakal melakukan pendakian setinggi itu, apalagi notabene aku masih sangat awam. Awam banget malah.
Rencana itupun semakin matang untuk dilakukan, dengan melakukan koordinasi beberapa kali, kami yang menamai kelompok ini dengan nama Aremaru dan tagline pecel lele pun siap melakukan pendakian. Semua perlengkapan sudah disiapkan. Dan waktu yang ditunggu –tunggu itupun akhirnya tiba. Tanggal 19 Desember 2013, hari dimana kami memulai perjalanan itu. Sebelum cerita jauh ke depan, aku ingin memperkenalkan anggota tim dulu nih.
Yang pertama ada Pahmi, nama lengkapnya Nurul Pahmi, dia ini sang penakluk gunung, sudah beberapa kali melakukan pendakian. Namun demikian dia belum pernah naik ke Mahameru. Dengan semangat dan keberanian yang tinggi, dan berbekal pengalaman yang dimiliki, dia menjadi ketua rombongan dari tim kami. Memiliki tubuh tegap, otot kuat, dan kalo nglucu garing. Hehehe....
Yang kedua ada Desi Sakawulan, dia ini merupakan salah satu personil perempuan di tim kami, tubuhnya kecil sih, tapi tenaganya luar biasa boy. Bisa nyampe puncak mahameru lhooo.. dan tentengannya itu carier “surga dunia”. Hehe surga dunia pas dibawa muncak maksudnya karena enteng dan didalamnya makanan semua.. Desi ini kecil-kecil tapi cerewet. Huehehehe..
Yang ketiga ada Grevi Wiziani, wanita asal kepulauan Riau ini sama kayak aku, jadi pendaki pemula, baru pertama kali daki gunung. Grevi ini prepare banget orangnya, persipannya lengkap, makanannya juga banyak. Hehe.. dia anak Gizi lhoo, jurusan paling favorit di IPB, sama kayak aku. Hehe
Yang keempat ada Sarah Nur Amalia. Wanita tangguh yang satu ini luar biasa, terdepan ketika awal pendakian. Dengan sisa sisa tenaga dan semangat yang ada akhirnya bisa mencapai puncak. Hehehe.. nak, emakmu nak pernah sampai di puncak semeru. Hehe..
Yang kelima ada Banu Adi Permana. Mas ganteng satu ini menginspirasi banget boy, dengan gaya sederhananya dan kepolosannya. Kalem tapi pasti. Orangnya sholeh, dia ini yang selalu ngebangunin buat sholat subuh. Tabakannya oke banget, batu-batu apa yang ada di Semeru. Jawabannya adalah batu adi permana (antimainstream banget nih)J
Yang keenam ada Rizal Choirul Insani, perawakannya tegap, tubuhnya keker, berjenggot tipis. Hehe.. dia ini laki-laki yang paling prepare, sampai sampai bekal jajanan udah dipersiapkan dari hari pertama sampai hari terakhir. Mantaap dah.. cadangan salon pasnya juga buuuaaaanyak. Hehehe..
Yang ketujuh ada Sigit, dulunya pejabat kampus, tapi sekarang ini udah mantan, udah jadi rakyat jelata. #eehh.. hehehe. Dia ini orang yang tegar, santai dalam menghadapi lika liku jalanan yang terjal dan penuh dengan jurang. Yang kerjaannya selalu dibelakang jadi sweeper buat tim kami. Makasih sigit, perjuangan dan jasamu tak akan kami lupakan. Huehehe
Yang ke delapan ada sobat gue, yang dulu, hampir tiap hari ketemu, yang pikirannya antimainstream, selalu punya cara untuk menghibur meski harus mengorbankan dirinya sendiri. Hehehe.. Dia adalah Septian Suhandono dengan tagline nya Ganteng, Bergelombang, Berapi-api. Sebenernya ada tandingan dari tagline dia ini yang lebih cetar yaitu, bagus, badai dan kebakaran.. hehehe.. dia ini jadi partner paling kece buat aku saat bercanda, paling ngecuun diantara yang lainnya. Hehe.. makasih ya boy udah ngajakin aku naik semeru.
Terakhir ada aku sendiri, Teguh, masih polos, sederhana, culun, ga tau apa-apa, dibandingkan sama yang lain mah Apalah aku ini.....  Tapi aku paling berbeda diantara yang lainnya, berbeda bentuk tubuhnya, berbeda porsi makannya, dan berbeda berat badannya. Hehehehe..
Bisa sampai ke mahameru bukanlah persoalan yang mudah, apalagi sepele. Butuh perjuangan dan pengorbanan yang besar. Butuh tekad yang kuat dan semangat yang tak gampang pudar. Melalui jalan yang berliku, menanjak, penuh dengan tebing dan jurang, ditambah lagi licin dan hujan semakin menambah tantangan untuk mencapai puncaknya. Dan ini akan menjadi memori indah tersendiri yang akan terpatri dalam lubuk hati. Semua kelelahan itu seolah sirna dimakan oleh keindahan alam yang sangat menakjubkan. Terima kasih ya Allah, aku telah dilahirkan ditanah yang luar biasa ini, di negeri yang sangat menakjubkan. INDONESIA..
Aku sangat bersyukur bisa diberikan kesempatan naik ke Mahameru, dari perjalanan itu aku jadi punya cerita tentang 8 orang sahabat yang luar biasa, selalu menginspirasi dengan cara mereka sendiri. Dari perjalanan itu aku jadi sadar, bahwa aku ini sangat kecil, kecil dihadapanMu ya Allah, tapi apa yang aku lakukan selama ini, aku bahkan mungkin jarang mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan. Nikmat sehat yang karenanya aku bisa sampai puncak dan menikmati keindahan alam dari sana. nikmat betapa indahnya alam ciptaanMu yang saling sinergi dan saling melengkapi. Satu hal lagi, nikmat kehidupan yang karenanya aku bisa dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa disekelilingku. Seandainya waktu itu Engkau berkehendak, pastilah ada musibah yang mungkin Engkau timpakan ke Kami. Jurang tebentang Luas, dan bisa saja jika terpeleset dan akhirnya...... ah sudahlah, yang pasti hari ini dan seterusnya. Aku selalu meyakini bahwa ada rencana terindah yang sudah Engkau siapkan untuk setiap HambaMu, tinggal bagaimana usaha dan kerja keras serta doa yang dilakukan.. semua itu pasti akan sebanding dengan apa yang kita dapatkan kelak.
Dari mendaki aku juga belajar bahwasanya ketika naik, kita senantiasa menunduk untuk meringankan beban. Dan berdiri tegap saat turun agar lebih mudah melewati jalur. Begitu pun dalam kehidupan, ada baiknya kita tidak sombong dan angkuh saat kita sedang berada diposisi atas, tetapi rendah hati dan peduli dengan sesama. Begitupun saat kita turun, kita ndak boleh menyerah dengan keadaan kita harus tetap tegap untuk melangkah pasti meraih prestasi.. prestasi kehidupan. J
Terima kasih kawan – kawan aremaru pecel lele.. arek arek mahameru dengan tagline pecel lele (pendaki cepat lelah letih lesu dan letoy)hehehe.. meskupun kita pemula, meskipun belum banyak pengalaman yag kita dapatkan, dengan semangat dan daya juang yang tinggi akhirnya kita bisa sampai di puncak tertinggi itu. Begitu pun dalam kehidupan ini kawan, pasti  ada jalur yang akan kita lalui, entah itu menanjak, menurun, terjal, berbatu, berpasir atau jalan landai sekalipun. Tapi yakinlah ketika niat kita bulat, tekad kita mantap, semangat kita meluap, dan doa kita kuat, apapun rintangan dalam hidup ini kita pasti bisa melewatinya. Ada rencana terbaik yang telah Allah persiapkan dibalik ujian hidup yang kita jalani. Terima kasih kalian telah pernah menjadi salah seorang yang berada disampingku, memberikanku inspirasi dan semangat. Kalian memang luar biasa...

Bogor, 12 Januari 2013, ditengah sepinya malam di kampus IPB.


Tag : ,

LAPORAN KULIAH KERJA PROFESI KALIMANTAN SELATAN


Tabel 1 Data Sebaran Balita berdasarkan Status Gizi (BB/U) pada awal dan akhir masa KKP di Kalimantan Selatan
Kriteria
Sebaran Balita Berdasarkan Status Gizi (BB/U)
Awal
Akhir
Delta
Status Gizi Kurang
45 (12,2%)
24 (6,5%)
21 (46,7%)
Status Gizi Baik/Normal
316 (85,6%)
333 (90,2%)
15 (4,7%)
Status Gizi Lebih
8 (2,2%)
12 (3,3%)
6 (75%)
Jumlah
369 (100%)
369 (100%)

Berdasarkan data diatas dapat diketahui jumlah dan persentase status gizi balita yang berada di lokasi KKP. Perhitungan status gizi dilakukan berdasarkan parameter BB/U. Status gizi balita dibagi menjadi tiga kriteria yaitu status gizi kurang, status gizi normal dan status gizi lebih. Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa jumlah balita gizi kurang pada awal penimbangan sebanyak 45 anak atau 12.2% dari keseluruhan Balita. sedangkan di akhir penimbangan terdapat 24 (6.5%) Balita yang masuk kriteria status gizi kurang. Hal ini menunjukkan adanya penurunan Balita yang mengalami status gizi kurang.
Kemudian balita dengan status gizi normal memiliki persentase sebesar 85.6% ketika penimbangan awal dan berubah menjadi 90.2% ketika penimbangan akhir. Hal ini menunjukkan adanya penambahan balita yang memiliki kriteria status gizi normal. Adanya penurunan persentase status gizi kurang dan kenaikan persentase status gizi lebih menunjukkan bahwa status gizi balita di lokasi KKP menjaadi semakin baik. Namun demikian, terdapat juga peningkatan balita yang mengalami status gizi lebih dari semula 2.2% menjadi 3.3%. namun peningkatan tersebut tidak terlalu signifikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa program-program KKP yang dilakukan dapat membantu masyarakat dalam memperbaiki status gizi balita masyarakat setempat.
Salah satu program upaya perbaikan gizi di lokasi KKP provinsi kalimantan selatan adalah dengan melakukan penyuluhan. Penyuluhan ini dilakukan kepada kader posyandu maupun ke ibu-ibu warga setempat. Materi yang diberikan diantaranya mengenai pentingnya asupan zat gizi yang baik untuk tumbuh kembang dan kesehatan anak maupun anggota keluarga. Untuk kader posyandu sendiri, ada materi tambahan yaitu mengenai proses pelaksanaan posyandu yang baik dan benar. Diharapkan pasca penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman dari ibu balita tentang zat gizi serta pentingnya asupan makanan bergizi bagi kesehatan anggota keluarga. Berikut ini merupakan tabel jumlah kader posyandu yang mendapatkan edukasi gizi.
Tabel 2 Data Jumlah Kader Posyandu yang Mendapat Edukasi Gizi di Kalimantan Selatan
No
Nama Desa
Jumlah Kader Posyandu yang Mendapat Edukasi Gizi
Kalimantan Selatan
1
Sarang Tiung
9
2
Mekarsari
4
3
Sekandis
7
4
Bukit baru
3
5
Teluk Kepayang
10
Jumlah

33
Jumlah Total Kalimantan Selatan
33

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa jumlah total kader yang mendapatkan edukasi gizi sebanyak 33 orang. Kader posyandu yang paling banyak mendapatkan penyuluhan adalah kader dari desa teluk kepayang dengan jumlah 10 orang. Sedangkan kader posyandu yang paling sedikit mendapatkan penyuluhan adalah di desa Mekarsari. Perbedaan jumlah kader yang mendapatkan edukasi gizi ini dikarenakan kondisi dan situasi setiap daerah berbeda-beda. Berikut ini juga disajikan data hasil penyuluhan berupa tingkat pengetahuan gizi kader sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi. Pengukuran tingkat pengetahuan ini dilakukan berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan ketika penyuluhan.



Tabel 3 Tingkat Pengetahuan Gizi Kader Posyandu Sebelum dan Setelah Mendapat Edukasi Gizi di Kalimantan Selatan
No
Nama Desa
Tingkat Pengetahuan Gizi (Nilai rata-rata Test)
Awal
Akhir
Delta
% Perubahan
Kalimantan Selatan
1
Sarang Tiung
63,33
86,66
23,33
36,84
2
Mekarsari
47.5
60
12.5
26.3
3
Sekandis
71.43
88.57
17.14
24
4
Bukit Baru
26.66
60
33.33
125
5
Teluk Kepayang
57
82
25
43.86
Rata-rata Kalimantan Selatan
41.78
75.45
22.26
51.2

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui persentase peningkatan pengetahuan kader di setiap desa yang mendapatkan edukasi gizi. Persentase perubahan tingkat pengetahuan gizi terendah ada di desa Sekandis sebesar 24% sedangkan persentase tertinggi ada di Desa Bukit Baru sebesar 125%. Berdasarkan data rata-rata, persentase perubahan tingkat pengetahuan gizi sudah cukup baik yaitu sebesar 51.2%.
Selain memberikan penyuluhan ke kader posyandu, penyuluhan juga diberikan kepada ibu-ibu daerah setempat. Berikut ini merupakan data ibu-ibu yang mendapatkan penyuluhan.
Tabel 4 Data Jumlah Ibu yang Mendapat Edukasi Gizi di Kalimantan Selatan
No
Nama Desa
Jumlah Ibu yang Mendapat Edukasi Gizi
Kalimantan Selatan
1
Sarang Tiung
15
2
Mekarsari
20
3
Sekandis
30
4
Bukit Baru
13
5
Teluk Kepayang
19
Jumlah Total Kalimantan Selatan
97

Berdasarkan tabel diatas dapat kita ketahui jumlah ibu-ibu yang mendapatkan penyulluhan edukasi gizi. Peserta terbanyak berasal dari desa Sekandis sebesar 30 orang. Jumlah ibu – ibu yang mendapatkan penyuluhan gizi paling sedikit berada di Desa Bukit Baru sebanyak 13 orang. Jumlah ibu-ibu keseluruhan yang mendapatkan edukasi gizi di lokasi KKP Kalimantan Selatan sebanyak 97 orang. Selain data jumlah ibu-ibu yang mendapatkan edukasi gizi, berikut ini juga disajikan data mengenai perubahan tingkat pengetahuan gizi ibu-ibu sebelum dan setelah penyuluhan dilaksanakan.
Tabel 5 Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu Sebelum dan Setelah Mendapat Edukasi Gizi di Kalimantan Selatan
No
Nama Desa
Tingkat Pengetahuan Gizi (Nilai rata-rata Test)
Awal
Akhir
Delta
% Perubahan
Kalimantan Selatan
1
Sarang Tiung
52,66
75,33
22,66
43,04
2
Mekarsari
47
57
10
21.27
3
Sekandis
28
56.66
28.66
102.38
4
Bukit Baru
59.23
69.23
10
16.88
5
Teluk Kepayang
52.11
71.05
18.95
36.36
Rata-rata Kalimantan Selatan
42,6
66,2
14,2
43,0

Tabel diatas menunjukkan data persentase perubahan pengetahuan gizi ibu-ibu di Lokasi KKP Provinsi Kalimantan Selatan sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa persentase perubahan pengetahuan gizi tertinggi berada di desa sekndis sebesar 102.38%. sedangkan Desa Bukit Baru menunjukkan persentase perubahan pengetahuan gizi ibu-ibu yang paling kecil dibandingkan desa yang lain yaitu sebesar 16.88%. persentase perubahan pengetahuan gizi ibu rata-rata dari semua desa lokasi KKP adalah sebesar 43%.

Tag : ,

- Copyright © TEGUH JATI PRASETYO - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -